Profil Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin

A. Sejarah Pesantren
Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin berdiri sejak tahun 1993 atas prakarsa/wakaf dari Bapak H. Muhammad Syukur Rangkuti (alm), yang menginginkan sebagian harta miliknya agar dipergunakan untuk kepentingan umat Islam. Setelah melalui pengamatan dan perenungan yang mendalam, akhirnya beliau memutuskan untuk membentuk suatu lembaga pendidikan Islam model “Pesantren Modern” yang kelak dipergunakan sebagai wadah pembinaan generasi-generasi Muslim. Maka atas dasar inisiatif dan prakarsanya ini, pada tahun 1993, berdirilah sebuah Pesantren yang dinamakan: Pesantren Modern Ta’dib al-Syakirin, dan sejak itu pula program pendidikan dan pengajaran berlangsung, dan terus berjalan hingga sekarang.

Sesuai dengan pesan dan amanat beliau, sepeninggalannya telah terbentuk Badan Pendiri (Badan Wakaf) dan Yayasan Wakaf Pesantren. Alhamdulillah kedua badan tersebut sudah bekerja sesuai dengan harapan dan beranggotakan orang-orang yang dianggap memiliki komitmen dan loyalitas yang tinggi terhadap pesantren. Badan tersebut bertanggungjawab terhadap pemeliharaan harta wakaf dan pengembangannya, serta untuk kelangsungan program-program pendidikan, pembinaan maupun pembangunan pesantren.

Saat ini tanah pesantren berstatus “Wakaf” dengan Akte Notaris Chairunnisa Juliani, SH, M.Kn. Nomor 23 Tanggal 27 Maret 2017. Kemenkumham Nomor AHU-0007333.AH.01.12. Tahun 2017 TANGGAL 31 Maret 2017. Adapun program kegiatan belajar mengajar di pesantren dikelola oleh tenaga-tenaga edukatif, sarjana lulusan universitas luar dan dalam negeri dengan program pendidikan selama 6 (enam) tahun bagi lulusan SD dan program intensif dengan masa belajar 4 (empat) tahun bagi lulusan SLTP. Sistem pendidikan dilaksanakan meliputi jalur pendidikan formal, non formal dan informal secara integratif dalam satu wadah. Karena itu seluruh siswa wajib mukim dan dikondisikan di asrama yang sarat dengan disiplin selama 24 jam penuh dalam kesehariannya.

Dalam melaksanakan dan menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran para pengasuh pesantren berpegang pada piagam penyerahan wakaf, visi dan misi pesantren hal ini sering diungkapkan pimpinan kepada seluruh santri dalam khutbatul Arsy setiap awal tahun. Dalam piagam penyerahan wakaf tersirat bahwa :

1. Wakaf Pondok Modern sebagai balai Pendidikan Islam harus tunduk kepada ketentuan-ketentuan wakaf hukum Islam.
2. Bagi pihak yang menerima wakaf berkewajiaban memelihara dan mengembangkan wakaf sesuai dangan aturan Islam
3. Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin harus menjadi sumber ilmu pengetahuan agama Islam dan berpanca jiwa.
4. Pesantren Modern Ta’dib Al-syakirin adalah lembaga pendidikan yang berkhidmat kepada masyarakat, membentuk karakter pribadi umat guna kesejahteraan lahir batin dunia akhirat.

B. Program Pendidikan
Program pendidikan yang diselenggarakan di pesantren meliputi jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dengan formulasi kurikulum terpadu antara Program Departemen Agama (Pemerintah) dan Program Pesantren. Pendidikan di pesantren lebih menekankan pada pembinaan mental attitude ketimbang pengajaran. Sekalipun siswa dibekali pengetahuan baik agama maupun pengetahuan umum di kelas, tapi yang lebih penting lagi adalah penanaman nilai-nilai dan mentalitas kepada para santri. Dan hal itu mereka dapatkan umumnya di luar kelas, yaitu melalui kegiatan ekstra atau dalam pergaulan antar santri maupun dengan guru-guru. Untuk itu kurikulum pendidikan lebih bersifat sebagai “kurikulum kehidupan” dimana prinsip-prinsip dasar pesantren yang disebut dengan “Panca Jiwa ”: jiwa keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, kemandirian dan jiwa kebebasan, kesemuanya mewarnai keseharian dalam kehidupan mereka.
Lama pendidikan ditempuh sedikitnya 6 (enam) tahun bagi lulusan Sekolah Dasar, yaitu: 3 (tiga) tahun pendidikan jenjang Tsanawiyah dan 3 (tiga) tahun jenjang pendidikan Aliyah dengan program pendidikan reguler serta kelas khusus/intensif. Terkait dengan ijazah, bahwa siswa selain mengikuti ujian kenaikan/kelulusan pesantren mereka juga mengikuti ujian program Departemen Agama untuk tingkatan Tsanawiyah maupun Aliyah. Dengan demikian out put pendidikan pesantren memiliki dua sertifikat ijazah, yaitu sertifikat pesantren dan Negara/Pemerintah.

C. Guru Dan Siswa
Pesantren Modern Ta’dib al-Syakirin saat ini dikelola oleh guru-guru, sarjana lulusan universitas dalam dan luar negeri, S1, S2 dan S3 seperti; Universitas Madinah-Saudi Arabia, Universitas Ummu Darman-Sudan, Universitas Jordan, UNIMED, USU, UIN, IAIN, UMSU, UISU, alumni KMI-Gontor dan alumni sendiri Pesantren Modern Ta’dib al-Syakirin.
Adapun santri/wati pesantren, sampai saat ini Tahun Pelajaran 2019/2020 berjumlah ± 180 orang yang berasal dari berbagai daerah dalam dan sekitarnya serta dari luar kota Medan, seperti dari; Riau, Pekan Baru, Tanjung Balai, Gunung Tua, Padang Sidempuan, Labuhan Selatan, Aek Kanopan, Labuhan Batu, Indra Puri, Tebing Tinggi, Kisaran, Nias dan Aceh. Mereka seluruhnya tinggal di asrama pesantren yang sarat dengan disiplin selama 24 jam penuh dalam kesehariannya dibawah bimbingan guru-guru.

D. Akte Pendirian & Surat Tanah
Akte pendirian dan surat tanah dengan status wakaf Pesantren Modern Ta’dib al-Syakirin berstatus “Wakaf” dengan Akte Notaris Chairunnisa Juliani, SH, M.Kn. Nomor 23 Tanggal 27 Maret 2017. Kemenkumham Nomor AHU-0007333.AH.01.12. Tahun 2017 TANGGAL 31 Maret 2017.

E. Tempat Dan Lokasi
Pesantren Modern Ta’dib al-Syakirin berlokasi di : Jl. Brigjend. Zein Hamid Km. 7,5 Gg. Tapian Nauli No. 5 Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Madya Medan, Telepon (061) 7867215.

F. Sumber Dana
Sumber dana yang dapat diharapkan untuk operasional dan sarana prasarana pesantren selama ini adalah:
1. Kas Pesantren Modern Ta’dib al-Syakirin
2. Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
3. Orang tua santri dan santriwati
4. Masyarakat sekitar Pesantren dan jama’ah pengajian
5. Donatur, dermawan dan simpatisan Muslim
6. Instansi swasta maupun pemerintah

G. Kepengurusan
Direktur : Dr. M Firman Maulana, MA
Wakil Direktur : H. Ahyat Sani Nasution, S.Pd.I
Kabid Pendidikan & Pengajaran : Rohanta Sinaga, S.Pd.I
Kabid Pengasuhan : Syahrial, Lc
Bendahara : Rafika Syahri, S.Pd
Sekretaris : Muhammad Iqbal, M.Pd.I
Kepala MTs : Kusniati, S.Pd
Kepala MA : Ika Satria, SHI

I. Visi Dan Misi Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin
a. Visi

Membentuk Generasi Muda Muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berfikiran bebas dan dapat berkhidmat kepada masyarakat.

b. Misi
1. Membentuk santri yang memiliki mental dan karakter.
2. Membentuk santri yang berpengetahuan dan berpanca jiwa
3. Membentuk santri agar menjadi warga Negara yang berkepribadian Indonesia serta bertaqwa kepada Allah SWT

c. Tujuan
1. Terwujudnya generasi yang unggul menuju terbentuknya khaira ummah.
2. Terbentuknya generasi mukmin-muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat.
3. Terwujudnya warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Panca Jiwa Pesantren (Five Pillars)
1) Keikhlasan (Sincerity)
2) Kesederhanaan (Simplicity)
3) Ukhuwah Islamiyah (Islamic Brotherhood)
4) Berdikari (Self Suffiency)
5) Jiwa Bebas (Freedom)

Motto Pesantren (Our Motto)
1) Berbudi Tinggi (Noble Character)
2) Berbadan Sehat (Sound Body)
3) Berpengetahuan Luas (Broad Knowledge)
4) Berfikiran Bebas (Independent Mind)

Panca Jangka
Panca Jangka Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin adalah:
1) Pendidikan dan Pengajaran
2) Pembentukan Kader-kader
3) Pembangunan sarana dan prasarana Pesantren
4) Kesejahteraan Keluarga
5) Pembentukan Khizanatullah (Perluasan Wakaf)

J. Orientasi Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin
Pesantren Ta’dib Al-Syakirin adalah salah satu pesantren alumni yang dikelola oleh para alumni pesantren Darussalam Gontor. Keterkaitan inilah yang menjadikan pesantren Ta’dib mengadopsi system pengelolaan pesantren Gontor dengan perpegang pada suatu konsep:
الحفظ بالقديم الصـالح و الأخذ بالجديد الأصلح
dan juga melihat potensi yang dimiliki oleh pesantren Ta’dib Al-Syakirin. Sama halnya pesantren Darussalam Gontor, Pendidikan Pesantren Ta’dib Al-Syakirin berorientasi kepada:
1. Kemasyarakatan
Pesantren mendidik dan mengajarkan kepada para santri hal-hal yang sekiranya akan dialami di masyarakat secara umum. Segala tindakan dan pelajaran bahkan segala aktifitas di pesantren dirancang sedemikian rupa sehingga semuanya akan ditemui kelak dalam perjuangan hidup di masyarakat, kerena pada akhirnya para santri akan kembali ke masyarakat.
2. Kesederhanaan
Santri dididik untuk hidup sederhana, karena dalam kesederhanaan mengandung unsur kekuaatan diri, ketabahan, pengendalian diri dalam menghadapi perjuangan hidup dengan segala tantangan dan kesulitannya. Pendidikan kesederhanaan yang dituangkan dan diterapkan dalam kehidupan santri sehari-hari akan mengembangkan sikap tahu diri dan pada berikutnya akan lahir sikap tenggang rasa, santun, saling menghormati dan lain-lain. Oleh sebab itu pesantren mengajarkan bahwa sederhana bukan berarti miskin dan pasrah.

3. Kaderisasi
Pendidikan kaderisasi menjadi perhatian yang besar bagi pesantren Ta’dib Al-Syakirin. Pendidikan kaderisasi dapat diperoleh oleh para santri melalui kegiatan ekstra semisal keorganisasian, dimana para santri diberi kesempatan untuk belajar memimpin, menbuat kebijakan dan berfikir ke depan.
4. Ibadah Thalabul Ilmi
Bahwa pesantren adalah tempat beribadah menuntut ilmu karena Allah dan mencari ridlo Allah, bukan mencari ijazah, teman atau lainnya. Berlandaskan ridho Allah maka keberkahan ilmu dalam kehidupan dapat dirasakan oleh para santri.

K. Organisasi Di Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin
H. Yayasan Badan Wakaf
Adalah lembaga tertinggi yang ada di Pesantrren Modern Ta’dib Al-Syakirin, lembaga ini berperan sebagai penerima wakaf dari pewakif H. Ahmad Syukur Rangkutibertugas untuk melaksanakan amanat dari pewakif dalam pengembangan tanah wakaf sebagai lembaga pendidikan. Diantara kewenangannya adalah mengangkat Direktur Pesantren dan guru-guru atas dasar pertimbangan dan masukan dari personalia pesantren.
Pengurus Yayasan Wakaf Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin sebagai berikut :
 Pembina : H. Ahmad Iqbal, Lc
: Dr. M. Firman Maulana, M.A
 Pengurus :
Ketua : Ahyat Tsani Nasution, S.Pd.I
Sekretaris : Fakhrurrozi, SE
Bendahara : Rohanta Sinaga, S.Pd.I
 Pengawas : H. Drs. Yulizar Parlagutan Lubis, M. Psi

II. Ta’dib Al-Muallimin Al-Islamy
Ta’dib Al-Muallimin Al-Islamy (TMI) adalah salah satu lembaga yang menangani pendidikan tingkat menengah dengan masa belajar 6 tahun bagi lulusan sekolah dasar sederajat. TMI juga mengelola dua jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah yang berinduk kepada Kementerian Agama. Dengan demikian lulusan TMI akan mendapatkan 3 (tiga) Ijazah setelah belajar selama 6 tahun; Ijazah Pesantren, MTs, dan MA.
III. Koperasi Pesantren
Upaya Pesantren agar dapat mandiri diupayakan melalui pendirian usaha-usaha mandiri untuk mencukupi segala kebutuhannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Namun sampai saat ini pesantren masih memiliki satu usaha mandiri yaitu Koperasi Kebutuhan Santri yang bertugas memenuhi segala kebutuhan santri yang secara tidak langsung membantu dalam penegakan disiplin pesantren.

IV. Ikatan Alumni Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin
Lembaga ini adalah lembaga yang didirikan atas inisiatif pesantren untuk menggalang ukhuwah islamiyah antar alumni, pesantren dan santri yang pernah mengecap pendidikan di Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin atas dengan singkatan IKAPEMTAS. Dengan lembaga ini diharapkan terjadinya jaringan informasi, silaturrahmi yang ditujukan untuk kemajuan pesantren juga dengan adanya wadah ini para alumni turut bertanggung jawab dengan keberadaan pesantren.
V. Organisasi Santri
Pendidikan keorganisasian diberikan oleh pesantren terhadap santrinya dengan maksud memberikan bekal dan pengalaman untuk hidup di masyarakat kelak. Kegiatan ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan santri, sebab hal ini merupakan pendidikan untuk mengurus diri pribadi dan orang lain. Segala kegiatan di pesantren dibina oleh para asatidz dan santri-santri senior yang menjadi pengurus organisasi.
Organisasi yang ada dalam kehidupan santri ada dua:
a. Organisasi Pelajar Pesantren Modern (OPPMTS)
Organisasi ini dimotori oleh santri-santri senior kelas V dan kelas VI sebagai pengurus. Para pengurus dipilih melalui musyawarah pengurus lama dan para asatidz yang berwenang. Pemilihan diadakan setahun sekali setelah usai ujian semester pertama. Banyaknya pengurus disesuaikan dengan kebutuhan dan bagian yang diperlukan. Pada tahun ini pengurus berjumlah 15 orang santri dan santriwati dengan tujuh bagian organisasi.

b. Gerakan Pramuka
Sebagaimana OPPMTS, gerakan pramuka dibina oleh santri-santri senior dibawah naungan Majelis Pembimbing Koordinator dan Majelis Pembimbing Gugus depan. Para pengurus Gerakan Pramuka dianjurkan telah memiliki sertifikat Kursus Mahir Dasar. Gugus depan pesantren adalah 073129 dan 073130.

Fasilitas

FasilitasKami

Kami hadir dengan fasilitas terbaik untuk pendidikan karakter anak bangsa