Pondasi Islam Harus Kokoh Dalam Hidup

0
93
Foto. Google

Penulis : Jepri Indian

Bicara soal pondasi, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sudah menuliskan pengertiannya. pondasi menurut KBBI merupakan dasar bangunan yang kuat, biasanya (terdapat) di bawah permukaan tanah tempat bangunan itu didirikan. Kaitan pondasi dalam Islam yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah Iman. Iman merupakan pondasi dasar dalam beragama Islam, iman secara istilah syar’i yaitu keyakinan yang ada dalam hati.

Saat ingin memeluk agama Islam, kita diwajibkan bersyahadat, dalam syahdat tersebut kita disuruh untuk percaya Allah dan Nabi Muhammad, percaya dalam artian beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Iman merupakan sebuah bentuk keyakinan hamba kepada Rabb dan segala ciptaan-Nya, maupun yang tanpak dan tidak.

Dalam potongan hadis nabi “…Beritahukan kepadaku tentang Iman.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Orang tadi berkata, “Engkau benar.” (HR. Muslim)

Tak di ragukan lagi bahwa dalam kehidupan ini kita harus tau tata cara hidup dengan baik dengan penuh kenyamanan,kesejahteraan, dan penuh dengan keimanan.dan dimanakah kita bisa memperoleh semua itu?

Seharusnya dalam ajaran agama islam itu kita harus mengerti dengan iman karna keimanan itu penting yang harus kita miliki dengan iman yang kuat kita dapat menjaga diri kita dari perbuatan yang tidak di benarkan dalam ajaran agama islam.

Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 97 yang artinya “Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan datang kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri alasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.

Dengan iman kita bisa merubah kehidupan kita menjadi lebih baik dari generasi yang sebelumnya maka dengan iman ini kita dapat mengetahui bagaimana yang di perbolehkan dan yang tidak di perbolehkan dalam ajaran agama islam.

Allah berfirman dalam Alquran “wahai Orang-Orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepadanya dan janganlah kamu mati kecuali dalam kedaan muslim`QS. Ali Imran, 3: 102. Ini merupakan dalil bahwa kita harus mati dalam keadaan muslim. Mati dalam keadaan beriman adalah cita-cita seluruh umat Islam, sebuah nikmat yang tiada tara dari Allah Swt.

Bicara soal iman atau keyakinan, kita membahas tentang rukun Iman yang enam. Namun penulis hanya membahas tentang rukun iman yang ke enam yaitu beriman kepada qada dan qadr. Qadha menurut bahasa adalah ketetapan. Sedangkan menurut istilah, qadha adalah ketetapan Allah Swt. Kepada setiap mahluk-Nya yang bersifat azali. Artinya, ketetapan itu sudah ada sebelum keberadaan atau kelahiran makhluk.

Qadhar menurut bahasa berarti ukuran. Sedangkan menurut istilah, qadhar adalah penciptaan sesuai dengan ukuran atau timbangan yang telah ditentukan sebelumnya. Iman kepada qadha dan qadhar adalah percaya dan yakin bahwasanya Allah Swt. Memiliki kehendak, keputusan dan ketetapan atas semua makhluk-Nya termasuk segala sesuatu meliputi semua kejadian yang menimpa eluruh makhluk hidup yang ada di alam semesta. Kejadian itu bisa berupa hidup atau mati, baik atau buruk, kemunculan atau kemusnahan.

Percaya kepada ketetapan Allah merupakan hal yang utama dalam hidup kita, itu merupakan hal dasar yang membuat kita mencapai bahagia di dunia. Seorang muslim yang percaya akan adanya ketentuan Allah Swt. Pastinya memiliki tingkat ketaatan yang tinggi.Karena ketentuan dengan Allah Swt. Menyangkut kehidupan di dunia dan di akhirat. Adapun ciri-ciri orang yang beriman kepada qadha dan qadharnya Allah Swt. adalah sebagai berikut.

  1. Menaati perintah Allah Swt. dan menjauhi serta meninggalkan segala larangan Allah Swt.
  2. Berusaha dan bekerja secara maksimal.
  3. Tawakal kepada Allah Swt. dan terus berdo’a.
  4. Mengisi kehidupan di dunia dengan hal-hal positif untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat.
  5. Memperhatikan dan merenungkan kekuasaan dan kebesaran Allah Swt.
  6. Bersabar dalam menghadapi cobaan.

Jika kita mengetahui betapa indahnya beriman kepada Allah Swt. dan mengetahui betapa indahnya beriman kepada qadha Dan qadhar dengan cara yang benar dan ini semua adalah hikmah dari Allah Swt. jadi ingatlah bahwasanuya hidup ini kita yang jalani dan tidak dapat orang lain yang bisa seperti diri kita imanlah yang membawa kita ke jalan yang lurus dan benar yaitu jalan yang di ridhoi Allah Swt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here